Diposkan pada opini

PAPUA SEMAKIN DERIN DENGAN BUNYI HAMBULANCE

meyuarakan bawah papua sedang derin dengan bunyi hambulance setiap hari wajib

Foto doc efek pribadi

Opini

Oleh: wodapa Black

Nabire, egeidapos.wordpress.com Berkorban saat dalam proses perjuanga tidak cuma karena memiliki nilai sosial yang tinggi. Terlebih, ketika orang papua korban tampa ketahui dalam hal dibuatan dari NKRI terhadap orang papua yang membutuhkan, termasuk yang saat ini terdampak kematian di papua, karena setiap hari wajib berbunyi hambulance.

Bunyi hambulance Semangat ini yang kini sedang digaungkan untuk mengajak masyarakat berkorban walaupun sedang terjadi kematian. Bersama Global mengingatkan momentum kurban tahun ini diharapkan bisa membawa kurban yang luas.

Baik dari sisi ekonomi dan maupun sisi sosial melalui program-program yang memberdayakan masyarakat. Terutama, saat krisis akibat pandemi seperti yang saat ini masih terjadi, ketika banyak masyarakat terdampak secara ekonomi.

Kepala Cabang, Bagus Suryanto mengatakan, ada manfaat ekonomi sangat besar yang dapat diraih dari ibadah kurban, melibatkan ratusan atau bahkan ribuan berkorbang ditengah masyarakat yang sangat berharap di tengah-tengah situasi.

“Karena mereka sempat khawatir apakah hewan ternaknya dapat dibeli pekurban. Oleh karena itu, manfaat ekonomi (dari kurban) membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan, bahkan jutaan peternak,” kata Bagus.

Dalam memperluas kebermanfaatan kurban, tahun ini Global Qurban-ACT turut melibatkan masyarakat terdampak pandemi, khususnya korban PHK sebagai Agen Qurban. Masyarakat diajak terlibat dalam proses pemasaran hewan kurban.

Nantinya, mereka akan mendapat benefit terbaik dari tiap hewan yang terjual. Bagus berharap, benefit penjualan hewan kurban tersebut mampu mengurangi beban perekonomian Agen Qurban yang terdampak karena wabah Covid-19.

“Global Qurban saat ini melibatkan Agen Qurban, ada sedekah kerja di situ. Jadi, spirit Global Qurban-ACT pada masa pandemi ini bukan sekadar ibadah memotong daging kurban, tapi ada ribuan bahkan jutaan masyarakat yang bisa bekerja,” ujar Bagus.

Selain itu, Global Qurban-ACT nantinya berencana menargetkan lebih berfokus menyalurkan kurbannya di sekitaran Pulau Jawa. Sebab, merupakan episentrum pandemi, dan baru sisanya di luar Pulau Jawa dan luar negeri.

Di DIY sendiri, pendistribusian hewan kurban nantinya akan difokuskan kepada daerah prasejahtera dan terdampak Covid-19. Ada di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulonprogo, dan bagian atas Kabupaten Sleman.

Tahun lalu, Global Qurban-ACT sukses mendistribusikan hewan kurban setara kambing sebanyak 35 ribu ekor. Tersebar di DI Yogyakarta, pelosok Nusantara, hingga 37 negara yang terdampak kemiskinan dan konflik kemanusiaan.

“Tahun ini mohon doa semuanya insya Allah ACT akan mendistribusikan manfaat kurban lebih luas lagi yakni dengan target 100 ribu hewan kurban setara sapi,” kata Bagus.

Bagus berharap, masyarakat Indonesia dapat berkontribusi selama momentum kurban tahun ini. Sehingga, jutaan saudara-saudara prasejahtera dapat merasakan kebahagiaan sebagaimana yang lain.

“Kita bisa membersamai mereka pada masa sulit ini, sehingga dapat melalui pandemi ini dengan baik. Masyarakat yang turut berkorban dapat menyampaikan selamat derita semua elemen Tuhan telah menitipkan kepada umat.

Penulis:

hanya Titipkan semoga menyaksikan dan jangan lupa maklumi