Diposkan pada opini

Seribu Ungkapkan pernah terima tapi kasiannya gagal

Opini
Oleh: yusai Black

Suatu hari berada pada posisi kesantaian duduking bersama dengan orang berpengalaman, penasehat atau bermotivator yakni banyak aspek yang pernah dilakukan yaitu:

β€’ Banyak yang terima tetapi kasiannya mengelolanya tak stabil.


Banyak jenis motivasi selalu mensupport dari siapa saja yang pernah diberikan kepada kita dan kita pernah terima dengan lapang dada tetapi mengelolanya tidak begitu stabil karena itu apa? Telinga bisa dengar tetapi jika, belum praktek apa yang kita pernah dengar pasti akan kategorikan pada kesia-sian belakang.

β€’ Serius tetapi jika diluar dari kandang pasti ikut ara pada pengaruh.


Sungguh memang begitu sangat serius dengar pada saat memberi motivasi atau dorang baik itu dari orang tua kita, senior kita, atau dari siapa saja. Mengelolanya sangat minimum karena dengan adanya pengaruh sangat meningkat.

β€’ Dengan keadaan baik duduk tenang tetapi Berpura-pura
Seorang Motivator memberikan dengan sepenuh jiwa dan raga tetapi mungkin karena berpura-pura setia, jawabannya tak mungkin terima dengan baik.

Kesimpulannya, ruang belajar memiliki impian yang sangat tidak ada harapan

published: admin /epn

Diposkan pada artikel, opini

Ingat Harga diri dan martabak bagi orang papua

Hitam kulit, keriting rambut tentunya aku papua

Foto doc ilustrasi pribadi

Opini
Oleh: wodapa Black

Nabire, egeidapos.news kata diatas ini, kalimat yang mudah di hafalkan dan di ingat!
Dan merupakan sebuah kalimat yang sangat berarti. Di jelaskan dengan kata di atas yaitu:
Itam kulit adalah sebagai warna bagi orang papua sedangkan rambut kriting adalah sebagai tanda bukti bagi orang papua.

Hal ini tidak jauh dari akar rumput dan selalu ingat Harga diri dan Jati diri, musti juga orang pernah ceritakan warna abadi.
Pihak tertentu yang sedang bermain terhadap rakyat papua itu sepertinya orang yang sama seperti kanibal artinya manusia makan manusia bisa di kelompokkan juga herbifora hewan pemakan daging.

Luka lubuk hati sangat terasa sakit sampai detik ini pun belum sembuh, hati tentunya ciptaan Tuhan.
bukan untuk menyakiti perasaan orang dari pihak lain.

Jadi, ingat bahwa posisi saat ini keberadaannya sampai dimana jika Namanya perjuangan tak ada kata henti maka, ketargetan bagi orang papua perjuangan tidak cuma-cuma berjuang terus sampai jatu pengakuan dari NKRI.
seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi

Kita harus bisa memahami setiap kata diatas Karna setiap kata yang tertulis diatas mengandung arti yang sangat penting

PERTAHANKAN dan DIINGAT
β€’ -jati diri dan martabak,
β€’ adat dan budaya asli papua
β€’ -peninggalan sejarah merupakan aset/ kisa sejarah

Kita harus bangga menjadi orang papua !
Free west Papua

God Bless papua.



Published by admin/EPN

Diposkan pada opini

manusia sebagai makluk pribadi

Manusia tidak lepas dari agama budaya dan Pemerintah/baca-juga-opini

Foto doc yunus Kobepa

Opini

Oleh: yunus Kobepa

Jayapura, Meliputkan ke EGEIDAPOS.NEWS/Setiap individu seseorang berada pada tiga lembaga yang sangat tertinggi di dunia, yaitu:

1. Agama,
2. Budaya, dan
3. Pemerintah

Yang ketiganya itu tidak terlepas dari kehidupan manusia, ketiga itu juga ada punya “hukum” masing-masing yang terikat dengan manusia. Dan hukumnya pun menujuh ke tempat dimana manusia berada dan melakukan aktivitas, supaya mengendalikan, mempertimbangkan, “apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang bersih dan apa yang najish/kotor, apa yang menguntungkan dan apa yang merugikan”, dalam hal ini manusia sangat membutuhkan suasana yang nyaman, sehingga dengan pertimbangan-pertimbangan itu manusia dituntuk untuk PIKIR. Pikir dalam artinya timbangkan sebelum membuat sesuatu dengan metode menanyakan diri sendiri, yaitu:
a. Apakah saya salah atau tidak salah?
b. Apakah dia salah atau tidak?
c. Bila saya buat ini! Apakah bermanfaat untuk banyak orang atau tidak?
d. Kalau saya ungkap hal ini! Apakah dia senang atau tidak
e. Dan lain-lain sebagainya.

Sebagai seorang pribadi dan sebagai manusia ciptaan yang secitra dengan Allahn maka musti memikirkan beberapa aspek-aspek diatas dan ada banyak yang belum dituliskan.

PIKIR adalah ‘sumber’ dan ‘fundamen’ dari segala tindakan dan perbuatan manusia yang dimana sebelum orang membuat sesuatu dan sebelum bertindak sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.

Kita sebagai makluk pribadi yang punya latar belakang hukum-hukum dan norma-norma yang termuat dalam “hukum agama” beserta norma dan kaidah yang harus dilakukan oleh seseorang, “hukum adat” selalu dari masa ke masa menuntuk kita, karna kita tidak terlepas dari ADAT ISTIADAT dan BUDAYA, “hukum pemerintah” yang kita biasa sebut PANCASILA dan UNDANG-UNDANG 1945 menuntut kita untuk melakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan sebelumnya. Tetapi, zaman now Udang-undang bisah dibayar dengan uang, akhirnya timbul berbagai tokoh seperti KOLONIALISME dll.

Kesimpulan singkat dan sederhana adalah:
Sebelum membuat atau melakukan sesuatu harus PIKIR.

Syalom revolusi ✊🏿


Published: wodapa Black

Penulis: yunus Kobepa


Diposkan pada opini

Kabar gembira bagi perokok


Rokok itu sama seperti nona manis

Foto doc: ilustrasi dari samping pinggir pantai

Opini

Oleh : β€œYulian Bunai”.

Nabire, [.egeidapos.news] – β€œArtikel”- Kabar gembira bagi perokok

TERNYATA ROKOK AMAN BAGI PEROKOK, β€œYang masih MEROKOK !!!.

Ternyata Rokok itu TIDAK BERBAHAYA dan AMAN !!!…”

Banyak orang mengkhawatir-kan tentang bahaya

merokok !!!…

Tapi setelah diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidang-nya masing-masing, ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya !!!…

Ada sebuah The Untold Story yang membuka mata dunia, bahwa Rokok itu tidak berbahaya sama sekali.

Berikut Cuplikan nya :

Ada tiga orang pakar, mereka selalu bersama ke mana saja, tapi ketiga-nya memiliki kesukaan yang berbeda :

1). Si A : suka main perempuan.

2). Si B : suka minum minuman keras.

3). Si C : suka segala jenis rokok.

Suatu hari mereka pergi ke seorang profesor. Mereka ingin membuktikan mana yang lebih berbahaya, apakah β€˜main’ perempuan, minuman keras atau rokok ???…

Lalu untuk membuktikan-nya, mereka masing-masing minta dikurung di sebuah gua selama 100 hari…

Si A : ”Aku mau perempuan-perempuan mudaΒ dari berbagai bangsa dan makanan minuman yang cukup… Letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 100 hari… Dan profesor itu pun mengabulkan -nya…

Si B : β€œAku mau semua jenis arak dari seluruhΒ dunia dan bekal makanan yang cukup… Letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 100 hari… Lalu profesor itu pun memenuhi keinginan si B tersebut.

Si C : ”Aku mau semua jenis rokok dari seluruhΒ Dunia dan makanan yang cukup… Letakkan dalam gua tertutup dan jangan ganggu aku selama 100 hari… Dan sama, keinginan si C pun dikabulkan si profesor…

Setelah 100 hari Kemudian…

Si profesor membuka pintu gua masing-masing sesuai perjanjian…


Β Ketika pintu gua I dibuka…

Keluarlah si A, kurus kering, berdiri pun tidak bisa karena lutut pada goyang hampir lepas…

Sebab hari-hari nya dihabiskan hanya memuas kan nafsu dengan perempuan…

Beberapa saat kemudian si A pun jatuh ke tanah lalu mati…


Β Pintu Gua II dibuka…

Maka keluar lah si B, perut buncit dan mata merah karena hari-hari nya dihabiskan dengan mabuk-mabukan…

Dia terhuyung-huyung dan akhir nya jatuh ke tanah lalu mati..


Β Pintu III dibuka…

Keluar lah si C, sehat wa-alfiat bahkan lebih sehat dari 100 hari yang lalu…

Dia berjalan tegap ke arah profesor itu dan langsung menabok kepala sang profesor seraya berkata :

β€œDasar profesor GUOBLLOOOKK !!!… KOREK API nya mana ???…”

Kesimpulan :

ROKOK TIDAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN, SELAMA TIDAK ADA KOREK API NYA !!!…

Jangan ketawa sendiri, silah kan dibagikan buat relasi, sahabat dan siapa saja yang layak mendapat kan senyum…

Semoga hari-hari kita terasa bahagia !!!…

Pewarta : yulian Bunai
Reaksi : admin/EPN

membelah karena Jati diri Dan harga diri

Foto doc: ilustrasi pribadi

Opini
Oleh: wodapa Black

Hitam kulit kriting rambut aku papua

Pri bahasanya warna hitam tak mungkin berubah lagi menjadi putih, hitam itu tetap hitam dan putih itu tepat putih

Barang yang sudah masak tak mungkin berubah lagi menjadi menta namun demikian juga, papua sudah merdeka dari sejak tahun 1961 hanya pengakuan ini bertuda-menunda sampai detik ini sudah masuk tahun 2020 hari proklamasi kemerdekaan bangsa Papua yang ke 59 tahun menjalani.

Ho…. tuhan lihatlah kami rakyat anak dan bangsa Papua yang selalu menindas, mencaci maki, memusna, dan lain-lainnya berbuat kepada kami.

Sesuai dengan perbuatan tak akan sia-sia maka, akan rasakan pada waktunya.

Diposkan pada opini

PAPUA SEMAKIN DERIN DENGAN BUNYI HAMBULANCE

meyuarakan bawah papua sedang derin dengan bunyi hambulance setiap hari wajib

Foto doc efek pribadi

Opini

Oleh: wodapa Black

Nabire, egeidapos.wordpress.com Berkorban saat dalam proses perjuanga tidak cuma karena memiliki nilai sosial yang tinggi. Terlebih, ketika orang papua korban tampa ketahui dalam hal dibuatan dari NKRI terhadap orang papua yang membutuhkan, termasuk yang saat ini terdampak kematian di papua, karena setiap hari wajib berbunyi hambulance.

Bunyi hambulance Semangat ini yang kini sedang digaungkan untuk mengajak masyarakat berkorban walaupun sedang terjadi kematian. Bersama Global mengingatkan momentum kurban tahun ini diharapkan bisa membawa kurban yang luas.

Baik dari sisi ekonomi dan maupun sisi sosial melalui program-program yang memberdayakan masyarakat. Terutama, saat krisis akibat pandemi seperti yang saat ini masih terjadi, ketika banyak masyarakat terdampak secara ekonomi.

Kepala Cabang, Bagus Suryanto mengatakan, ada manfaat ekonomi sangat besar yang dapat diraih dari ibadah kurban, melibatkan ratusan atau bahkan ribuan berkorbang ditengah masyarakat yang sangat berharap di tengah-tengah situasi.

“Karena mereka sempat khawatir apakah hewan ternaknya dapat dibeli pekurban. Oleh karena itu, manfaat ekonomi (dari kurban) membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan, bahkan jutaan peternak,” kata Bagus.

Dalam memperluas kebermanfaatan kurban, tahun ini Global Qurban-ACT turut melibatkan masyarakat terdampak pandemi, khususnya korban PHK sebagai Agen Qurban. Masyarakat diajak terlibat dalam proses pemasaran hewan kurban.

Nantinya, mereka akan mendapat benefit terbaik dari tiap hewan yang terjual. Bagus berharap, benefit penjualan hewan kurban tersebut mampu mengurangi beban perekonomian Agen Qurban yang terdampak karena wabah Covid-19.

“Global Qurban saat ini melibatkan Agen Qurban, ada sedekah kerja di situ. Jadi, spirit Global Qurban-ACT pada masa pandemi ini bukan sekadar ibadah memotong daging kurban, tapi ada ribuan bahkan jutaan masyarakat yang bisa bekerja,” ujar Bagus.

Selain itu, Global Qurban-ACT nantinya berencana menargetkan lebih berfokus menyalurkan kurbannya di sekitaran Pulau Jawa. Sebab, merupakan episentrum pandemi, dan baru sisanya di luar Pulau Jawa dan luar negeri.

Di DIY sendiri, pendistribusian hewan kurban nantinya akan difokuskan kepada daerah prasejahtera dan terdampak Covid-19. Ada di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulonprogo, dan bagian atas Kabupaten Sleman.

Tahun lalu, Global Qurban-ACT sukses mendistribusikan hewan kurban setara kambing sebanyak 35 ribu ekor. Tersebar di DI Yogyakarta, pelosok Nusantara, hingga 37 negara yang terdampak kemiskinan dan konflik kemanusiaan.

“Tahun ini mohon doa semuanya insya Allah ACT akan mendistribusikan manfaat kurban lebih luas lagi yakni dengan target 100 ribu hewan kurban setara sapi,” kata Bagus.

Bagus berharap, masyarakat Indonesia dapat berkontribusi selama momentum kurban tahun ini. Sehingga, jutaan saudara-saudara prasejahtera dapat merasakan kebahagiaan sebagaimana yang lain.

“Kita bisa membersamai mereka pada masa sulit ini, sehingga dapat melalui pandemi ini dengan baik. Masyarakat yang turut berkorban dapat menyampaikan selamat derita semua elemen Tuhan telah menitipkan kepada umat.