Momen 1 Desember Laurenzius Kadepa Tegaskan 7 Hal

HUKUM DAN HAM

YOGYAKARTA, meneruskan melalui egeidapos.wordpress.com β€” disampaikan juga, Momen 1 Desember Laurenzius Kadepa, Anggota DPR Papua menegaskan tujuh hal dalam statement terhadap Negara Indonesia terkait aparat TNI/Polri dan kelompok sipil bersenjata untuk menghentikan penyerangan yang mengorbankan warga sipil Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang dan Puncak Papua di Provinsi Papua. Jayapura senin (30/11/2020).

Laurenzius Kadepa, Anggota DPR Papua (Sumber foto: ppc)

Laurenzius Kadepa mengatakan, Negara Indonesia masih melihat tanggal 1 Desember hanya dari sisi politik yaitu hari kemerdekaan Papua maka operasi intelijen dan aparat keamanan dikerahkan untuk antisipasi dan penegakan hukum.

Saya apresiasi karna itu tugas negara sebagai sebuah bangsa yang berdaulat. Namun yang menjadi masalah adalah kenapa aparat negara (oknum) selama ini begitu gampang menghabisi rakyat sipil seperti kasus terakhir di Puncak Papua.

Oknum pelaku terkesan dibiarkan oleh institusi dan negara seakan perbuatannya terpuji / tugas negara. Saya mau sampaikan ya keadilan hukum harus di tegakkan dan jangan pandang bulu. Rakyat sipil Papua juga warga negara Indonesia, jelas kadepa.

Di momen tanggal 1 Desember Laurenzius Kadepa menegaskan kembali bahwa:

Pertama, Negara segera pertimbangkan pendekatan keamanan untuk Papua bila perlu dihentikan.

Kedua, Negara segera menarik seluruh pasukan non organik yang ditempatkan dibeberapa wilayah seperti Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang dan Puncak Papua.

Ketiga, Proses hukum oknum aparat yang menembak mati warga sipil dan Hamba Tuhan

Keempat, Bantuan puluhan ekor babi oleh Panglima TNI di Papua diapresiasi namun saya tidak setuju kalau puluhan ekor babi ini untuk membayar kepala bagi masyarakat sipil yang di tembak oknum aparat di Papua

Kelima, Disampaikan kepada seluruh rakyat Papua agar jangan terpancing dan terprofokasi dengan kegiatan apapun tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Keenam, Sebagai umat kristen selamat beribadah, 1 desember sebagai hari gerban natal

Ketujuh, Kepada masyarakat dan organisasi / LSM peduli Aids saya mau sampaikan Selamat hari Aids Sedunia.

Demikian statement ini saya sampaikan kepada semua pihak agar nilai kemanusiaan diutamakan dalam tugas tanggungjawab kita masing agar Papua Tanah damai tidak hanya menjadi sebuah kata saja. Tuhan Memberkati.

Published:Admin/EP

#Pemerintahan # politik

TPNPB-OPM DEVISI II MAKODAM PEMKA IV MEEPAGO WEST PAPUA 1 DESEMBER 2020

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka TPN-PB OPM Devisi II Makodam Pemka IV Paniai.Wilayah Kekuasaan Adalah Meepago
Wilayah Paniai, Deiyai, Dogiyai Intanjaya Bagian Paniai dan Wilayah Nabire, West PapuaPanglima TPN PB OPM Devisi II Makodam Pemka IV
Brig. Jend Inf Damianus M Yogi Alias Rimba Ribut

Pimpinan TPNPB Devisi II Makodam Pemka IV Paniai, Brig. Inf. Damia Rimba Ribut Magai Yogi. Foto: Dok

PANIAI, Egeidapost.news-Pimpinan Pertahanan daerah,Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Devisi II Makodam Pemka IV MeepagoPaniai, Inf. Damia Rimba Ribut Yogi mengatakan, pada tanggal 1 Desember yang diklaim sebagai hari ulang tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM), Pihaknya tetap akan mengibarkan bendera Bintang Kejora di markas TPNB-OPM Paniaiβ€œBintang Kejora akan tetap berkibar di markas TPNPB-OPM dan itu hari selasa merayakannya,” kata Dami RR Yogi dalam pesan elektronik, Sabtu (28/11/2020).Dikatakan, peringatan HUT OPM tanggal 1 Desember biasanya dirayakan di markas TPNPB-OPM dengan melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora. β€œIni sudah kami lakukan selama dari dulu tahun 61 sampai tahun 2020 dan selama 59 tahun itu akan berjalan terus,” katanya.Ia mengatakan, setiap tahun pada 1 Desember, mereka selalu memperingati sebagai HUT OPM. “Satu Desember itu bukan hari proklamasi, melainkan hari di mana para tokoh Papua dan Pemerintah Belanda mengumumkan embrio negara. Setelah itu proklamasinya terjadi pada tanggal 1 Juli 1971, maka TPNPB-OPM berjuang untuk pengakuan ini,”katanya.Sebelumnya, Ketua OPM TPNPB Jeffrey Bomanak, mengatakan 1 Desember 1961 adalah Hari Nasional bangsa Papua, berdasarkan legitimasi International. 1 Desember 1961 adalah Hari lahirnya embrio bangsa Papua berdasarkan hukum Internasional yang tercantum pada resolusi PBB nomor 1514, oleh sebab jika Rakyat Papua hendak merayakan bari bersejarah ini adalah Hak mutlak dan hak absolute yang tidak bisa diganggu gugat dengan segala macam alasan atau hukum-hukum karet negara kolonial NKRI.”Namun dalam perayaan tersebut Rakyat Papua dihimbau untuk bertindak dengan hikmat Tuhan, karena Indonesia adalah Negara kolonial yang dikendalikan oleh Iblis Lusiver sehingga kapan saja NKRI dapat bertindak brutal guna menghianati hari penting dan bersejarah ini,”tulis bomanak dalam relasenya.Kepada redaksi Kabar Mapegaa dari Markas Besar OPM TPNPB Victoria Jeffray Bomanak menyeruhkan seluruh pertahanan komando daerah TPN-PB OPM diseluruh Tanah Papua akan merayakan hari tersebut demi mengenang 1 Desember 1961 adalah lahirnya sebuah bangsa berdasarkan hukum International dan di deklarasikan secara resmi dalam sebuah proklamasi kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Juli 1971.Ia menyampaikan selamat menyongsong hari Nasional bangsa Papua yang ke 59, pada 1 Desember 2020.Lanjut kata dia, Seruan singkat ini dikeluarkan secara resmi oleh jajaran kepemimpinan markas besar OPM TPN-PB Victoria,”pungkas Jeffrey Bomanak via.keterangan tertulis yang di liputkan Redaksi, EGEIDAPOS.NEWS minggu (29/11/2020)